Thank You For Every Lesson, Alvanus Aqilius.

Satu orang lagi meninggalkan Rasa Restaurant.

Dan itu adalah orang yang selalu memotivasi gua.

Ngga nyangka.

Bisa secepat itu.

Pada tulisan ini, gua akan menulis tentang Captain gua di Rasa Restaurant yaitu Alvan Aqili, yang biasa gua panggil Alvanus Aqilius.

Berawal dari 23 November 2016, itu adalah hari terakhir gua orientasi masuk kerja pada zaman InterContinental MidPlazaa Jakarta. Pada sore hari setelah selesai orientasi, gua ke Rasa Restaurant untuk bertemu staff atau penghuni disana. Dan gua bertemu sosok bernama Alvan Aqili. Dari tampang dan sikapnya gua menilai dia berwibawa dan ternyata gua benar. Ini percakapan kita saat ketemu.

“Namanya siapa? Asal kampus mana?” Tanya dia.

“Saya Tubagus Taufika Rahmatian, asal kampus dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung.” Jawab Gua.

“Owallah Enhaii toh.” Lanjut dia.”

“Hehehe iya pak.” Sambil malu-malu panda jawabnya.

“Besok lu masuk jam 5 pagi ya. Jangan telat.” Kata dia.

“Okay pak. Terimakasih Pak Alvan.” Jawab gua.

Lalu gua mengorek informasi tentang dirinya. Dari dia sendiri. Dia adalah seorang kepala keluarga yang menafkahi 1 istri dan 3 anak. Dulu dia dan istrinya satu tempat kerja di Shangri-La Hotel, Jakarta. Lalu mereka menikah. Karena peraturan setiap hotel itu tidak boleh ada suami istri bekerja di hotel yang sama, jadi dia pindah ke InterContinental MidPlaza Jakarta. Gua mengenal dia sebagai sosok yang sayang dengan keluarganya, pemotivasi, dan berwibawa.Dan gua ngga nyangka, ternyata dia Uber Driver loh! Sekali lagi, ngga nyangka

Lalu penilaian gua ke dia bertambah, yaitu konyol. Sumpah dia konyol banget. Mulai dari becandaan yang garing sampai becandaan yang kita ngga habis pikir. Kalau gua sama dia sudah sebelahan, pasti gua diceramahin dan dimotivasi tapi ujung-ujungnya kita ngomongin tamu yang cantik sampai ngomongin ukuran dalemannya, akhirnya imajinasi kita melipir kemanamana. Sekali lagi, ngga nyangka.

Sebenarnya suka ada hal yang gua benci dari  Pak Alvan ini, tetapi gua akhirnya biasa saja gitu. Walaupun awalnya gua ngga suka banget. Dan gua juga tahu ada yang dia ngga suka tentang gua, tapi akhirnya bisa kita jadikan pelajaran masing-masing tanpa ngomongin masalah tersebut.

Hari ini adalah hari terakhir dia bekerja disini. Walaupun gua sudah tahu bahwa dia akan resign tetapi gua tetap ngga nyangka. Disaat penyampaian kesan dan pesan itu gua nahan nangis, disaat gua bawain cake dari Pastry yang bertuliskan, “Good Luck, Pak Alvan.” sambil nyanyiin lagu “Happy Birthday” yang akhirnya gua ganti menjadi “Happy Last Day” itu gua nahan nangis karena gua ngga mau nangis depan elu Pak. Dan akhirnya saat setelah fotofoto dan kita salaman, akhirnya tangisan gua keluar.

Akhir kata, terimakasih untuk Pak Alvan atas semuanya. Canda tawa bersama yang lain, motivasinya sampai segala pelajaran yang lu beri ke gua.

Gua selalu ingat apa yang selalu dia katakan ke gua, “Jangan pernah dengarkan cibiran atau perkataan jelek orang lain ke lo. Lo ngga seperti yang mereka kira dan biarkan mereka telan omongan mereka sendiri.”

Thank You For Every Lesson, Capt. Alvanus Aqilius.

wp-image--154081546

Nangis juga akhirnya.

Advertisements

3 Beng-Beng

Sebelum memulai cerita ini, Saya ucapkan terimakasih kepada Saya sendiri karena berkat Saya, Saya bisa menulis blog kembali setelah berhenti sekian lamanya. Sekali lagi terimakasih ya Saya.

Okay, kembali dari Saya menjadi Gue.
Jadi kemarin itu gua ada training, topiknya Recognition Guest. Menurut terjemahan yang gua search atau yang gua terima penjelasan dari Ibu Dwini, sang training manager yang sekaligus menjadi trainer, berasal dari kata Recognize yang artinya Mengenali dan Guest artinya Tamu. Jadi bila digabungkan artinya Mengenali Tamu, lalu menjadi suami atau istri atau selingkuhan kita. Loh??

*Bercanda, mari lanjut*

Mengenali Tamu dalam arti kita tahu siapa namanya, wajah dia seperti apa, preference atau hal yang disukai yang bisa kita kenali dari tamu tersebut. Hal ini selalu diterapkan di tempat kerja gua karena akan menciptakan “WOW” dari tamu ke kita, kesan yang baik dan bisa dijadikan memori untuk tamu. Jadi bukan Mantan doang ya yang bisa dijadikan memori

*Lanjut*

Dalam Training ini kita diberi metode dan tips dalam mengenali tamu. Lalu Ibu Dwini bertanya kepada kita, metode apa yang cocok untuk kita pribadi mengenali tamu. Lalu beliau menunjuk gua, beliau menunjuk gua bukan karena acak tetapi memang sengaja karena gua bercanda terus selama training. Walaupun gua bercanda mulu tetapi gua memperhatikan loh.

“Coba nih, Avìc.” Kata beliau sambil nunjuk gua.

“Enje ndoro, Aya naon Bu Dwini?” Jawab gua.

“Menurut kamu metode apa yang cocok sama kamu pribadi untuk mengenali tamu?” Tanya beliau.

Sebenarnya gua melakukan banyak metode saat ingin mengenali tamu, tetapi hanya 1 metode yang menurut gua ampuh. Rasa Penasaran.

Rasa Penasaran.

Kenapa harus Rasa Penasaran?

Apakah dia hantu?

Bukan.. Bukan, dasar cibay.

Rasa Penasaran menurut gua cara sempurna untuk recognize guest. 

Gua punya cerita. Semua berawal dari 24 November 2016, 2 hari setelah orientasi dan tandatangan kontrak tanggal 22 November 2016 untuk InterContinental MidPlaza Jakarta dan pada 1 April 2017 rebranding menjadi Ayana MidPlaza Jakarta. Wah berarti kontrak gua akan segera berakhir, gila ngga nyangka bakal secepat ini waktu bergulir.

*Duh salah fokus, kembali ke topik*

Pada tanggal 24 itu schedule gua masuk jam 5 pagi. Pasti semua orang heran kenapa ada jadwal jam 5 pagi. Gua jelaskan ya. Jadi di hotel gua breakfast mulai jam 05.30-10.30, jadi jam 5 itu bertugas untuk melakukan preparation for breakfast. Gua incharge bersama captain favorit gua, Pak Erick, yang biasa gua panggil Pak ireck, dan salah satu staff lain yang bernama Iwan. Si Iwan ini walaupun badan kecil pendek gitu, umurnya itu 35 TAHUN!! Dia belum menikah dan kalau gua lagi kesal sama dia gua panggil dia Bencong. Tetapi sekarang gua lebih tahan omongan gua.

*Okay lanjut*

Gua punch in jam 4, karena selama gua kerja gua sementara tinggal di Kodamar, Kelapa Gading di rumah kakak gua yang kedua, Maggie. Jam 3 pagi gua harus sudah selesai persiapan agar kesiangan pesan Uber. Gua selalu menggunakan aplikasi Uber untuk berangkat pagi atau pulang kerja malam karena sejujurnya gua takut di begal. Gua naik Uber mobil saja suka diketokketok pintunya atau motornya digeber disamping Uber yang gua tumpangi, gimana kalau gua pakai Gojek gitu pasti kepala gua sudah ditebas pakai kecap inggris. Eh maksud gua kunci inggris.

Lanjut cerita, jam 04.30 gua naik ke outlet gua kerja yaitu Rasa Restaurant. Bukan rasa yang pernah ada ya. Gua naik jam segitu karena gua baru jadi gua perlu tahu apa saja yang harus dipersiapkan sebelum breakfast. Tibatiba jam 05.00 pas, gua melihat ada orang datang lalu dia pesan 1 Cappuccino ke gua dan dia menuju ke bagian luar restaurant untuk merokok sambil Skype dengan istrinya yang jauh di Canada. Akhirnya gua buatkan dia Cappuccino dengan mesin yang tidak layak lagi dan harus diganti. Gua antar Cappuccino beserta gulanya dan dia ngga suka white sugar, dia ngga suka brown sugar, dia hanya suka Equal, gula semacam Tropicana Slim. Gua pingin menyapa dia dengan nama tapi ngga tahu namanya siapa. 

Dengan Rasa Penasaran gua, akhirnya gua tanya temanteman gua. Ternyata dia bernama David Whitby, biasa kita panggil Pak Dave karena dia suka dipanggil ala orang indonesia. Dia adalah salah satu LSG kita atau Long Stay Guest di hotel kita. Akhirnya gua bisa recognize guest dan tahu preference atau hal yang dia suka apa dari Rasa Penasaran itu. 

Di restaurant kita juga memakai metode Voucher yang nanti kita isi saat tamu datang. Saat tamu datang kita mengambil voucher itu lalu kita isi namanya, nomor kamarnya, number of guest, dan tandatangan si tamunya lalu kita antar ke mejanya. Setelah itu kita tulis nomor mejanya dan apa yang dia order di voucher itu. Setelah orderan dia sampai ke mejanya, kita ambil voucher itu lalu kita tandatangan dan taruh meja station kita. 

Jadi apabila tamu ada yang complain, ngomelngomel ngga jelas padahal dia sendiri yang salah, orderannya yang unik seperti ada tamu namanya Pak Rimbun dia itu preference nya Jus Putih Semangka dan saat gua menjadi bartender dan juice man otomatis gua yang buat dan itu nyusahin banget tapi seru jadi ada memori disitu. Bahkan ada cewek jepang yang cantik banget Subhanallah duduk di sofa gitu gua ngga tahu namanya siapa, voucher itu lah yang menjawab semua Rasa Penasaran gua.

*Buat perempuanku yang di Bandung, tetap kamu lah satusatunya. He*

Setelah itu Ibu Dwini langsung menjelaskan apa saja metode dan tips dalam mengenali tamu. Lalu ada kuiskuis, gua kira bakal nulis essai gitu. Eh tahunya kuiskuis itu berupa games seru banget dan setiap menjawab yang paling benar akan mendapatkan 1 Beng-Beng. Karena gua selalu menjawab hampir lengkap dan lengkap banget, jadi total Beng-Beng gua paling banyak yaitu 3 Beng-Beng.

                                   

Sekian. Beng-Beng Beng-Beng Beng-Beng.
P.S: Sudah lama ngga nulis blog.

P.P.S: Sekalinya nulis panjang juga.

P.P.P.S: Nulis blog di hape itu ternyata capek juga, tapi seru.

Takut.

Takut. 

Entah kenapa sungguh menakutkan.

Takut yang paling menakutkan dari semua takut yang pernah dirasakan. 

Takut yang paling kuat dari semua takut yang pernah ditakuti.

Takut akan terjadi sesuatu yang tak terkira dan tak diharapkan. 

Takut apabila semua yang sudah di bangun itu hancur.

Takut muncul Penyesalan dan berakhir dengan Kekecewaan.

Tapi di setiap rasa takut, selalu ada harapan.

Berharap takut itu hanya perasaan saja. 

Berharap takut itu hanya muncul untuk memperlihatkan seberapa besar cinta yang kita berikan selama ini dan arti cinta yang sebenarnya.

Berharap tidak terjadi apa-apa yang ditakutkan. 

Berharap takut itu mengajarkan kita untuk membuat suatu hal menjadi lebih baik.

Berharap apa yang ditakutkan tidak merubah sifat maupun perasaan seseorang.

Tidak ingin muncul sebuah kata “Perpisahan” setelah “Penyesalan” dan “Kekecewaan”.

Karena cinta ini sudah disatukan oleh komitmen dan tidak boleh terpisahkan.

Sangat menakutkan.

Takut.

Training Certification, Manager Ulangtahun, Sampai Obat Penghilang Ngantuk

Sebelum gua memulai cerita ini, gua sampaikan bahwa gua menulis ini dengan penuh kelaparan. Lapar, belum sarapan, gendut, maklum anak kost an.
Okay, balik ke penjurian. Eh penulisan maksud nya.

Jadi di sini gua akan menceritakan Training Certification pada tanggal 10-11 April 2017 kemarin.

Awal nya Dahulu 

Jadi mengapa di adakan Training Certification? Asal kalian tahu saja bahwa pada 1 April 2017 hotel tempat gua bekerja ini rebranding dari InterContinental MidPlaza Jakarta menjadi Ayana Midplaza Jakarta. Kata orangorang,

“Ko rebranding sih? Kan InterContinental itu brand International.”

“Ayana itu kan bukan nya hotel di Bali ya?”

“Ayana? Ayanaon?” (Itu kata gua)

Jadi alasan mengapa rebranding yaitu keputusan dari owner kita. YA IYA LAH MASA KEPUTUSAN GUA. Jadi Owner kami ingin melepaskan InterContinental dari saham nya, lalu mengganti nya dengan Ayana yang kami ketahui itu adalah hotel buatan Owner kami. Ayana itu bukan hotel homemade, handmade, tapi owner-made. Yang kita tahu Ayana itu ada di Bali dan itu memang milik Owner kami dan itu adalah hotel yang terbilang sukses dan Owner kami ingin membuka Ayana Jakarta. Mungkin banyak staff yang kurang menyukai perubahan ini, tetapi ngga setiap perubahan itu jelek. Benar kan?

Training Certification

Juadi untuk mendapatkan sertifikat yang menandakan bahwa kita staff hotel ini, maka di adakan sertifikasi yaitu Training Certification yang di bagi 2 batch, tanggal 8-9 April 2017 dan tanggal 10-11 April 2017 dan gua kebagian batch yang kedua yaitu tanggal 10-11 April.

Saat sertifikasi kita memakai baju biru yang di bagikan team rebranding dan team rebranding sendiri menggunakan polo shirt putih yang nanti juga bakal kalian lihat. Sebelum memulai kegiatan tersebut ada hanya satu peraturan yaitu “Hape harap di kumpulkan ke panitia, agar kalian dapat mengikuti dan fokus dengan sertifikasi ini.” Dan akhir kita pun ngga memegang hape selama sertifikasi dan hape nya kita namain agar ngga hilang. Bertuliskan nama lengkap dan sebelum men judge tulisan Rasa yang di artikan sebagai “Rasa yang pernah ada” kalian salah. Rasa itu adalah nama outlet hotel di mana gua bekerja, Rasa Restaurant.

Dalam sertifikasi ini ada Gate Gate yang harus kita lewati. Ada 4 Gate dan itu semua harus tercapai dan gua lupa namanama Gate nya apa saja. Yang pasti nya sih itu berisi materi tentang Visi Misi Hotel, Service Standards, SOP, etc. Bukan sop ayam ya tapi SOP itu singkatan dari Standard Operational Procedure. Bahkan ada SOP bagaimana cara menyapa tamu, mungkin di beberapa pelajaran hidup kalian materi itu ngga ada.

Ternyata Restaurant Manager Gua Ulangtahun

Tanpa gua sangka dan gua ketahui, manager gua Pak WWW sedang ber ulangtahun. Kenapa gua sebut Pak WWW karena nama lengkap nya itu terdiri dari 3 kata dan semua di awali oleh huruf W. Dan nanti dia akan pindah outlet yaitu menjadi Manager di fine dining restaurant kita. Selamat ulangtahun ya pak, maaf saya orang nya suka susah di kasih tahu. Suka nya di kasih tempe, di guyur kecap.

Obat Penghilang Ngantuk

Hal yang berat dalam kegiatan ini adalah menahan ngantuk. Gila bor ngantuk pisan dan penyebab nya itu bukan hanya karena materi nya yang banyak tetepi tempat kita training itu membuat suasana kita ingin tidur. Segala cara apapun gua kerahkan agar tidak mengantuk. Mulai dengan cara gua mengetuk kepala dengan pulpen, nge jewer kuping sendiri, menahan nafas sampai 30 detik, yang awal nya gua duduk di depan sampai gua duduk di barisan kedua. Sampai pada akhir nya gua menemukan obat yang cocok untuk menghilangkan rasa kantuk dan obat nya adalah foto di bawah ini.

Ya. Obat penghilang ngantuk gua adalah orang yang di foto ini, bernama Pak Kurniawan yang biasa gua panggil Pak Kuku. Mungkin kalian mikir, “Obat nya mana?” Obat nya yaitu dengan ngisengin si Pak Kuku ini. Mulai dari megang lemak yang ada di lengan nya, mencolek lemak yang ada di perut nya, ngatain dia Slime, dan itu menjadi hiburan atau obat penghilang ngantuk gua. Lu harus lihat sendiri itu lemak nya besar banget dan playable. Sampai akhir nya dia bilang, “Elu sekali lagi menyentuh lemak gua, gua tabok lu.” Dan sampai di situ gua berhenti ngisengin dia dan gua sudah ngga ngantuk lagi. Karena gua sudah ngga ngantuk lagi, jadi gua ngisengin dia lagi. Maaf Pak Kuku, anak buah nya iseng.

Tapi btw, selama dua hari training itu gua memang membuat banyak orang kesal. Seperti salah satu rekan kerja gua yang biasa gua panggil Om jeff. Dia ngomong, “Gila lu makin sekarang makin kurus. Kesal gua lamalama.” Begitu.

General Manager Ayana Bali  

Hal yang membanggakan pada saat kegiatan itu hanya satu. Yaitu nama gua di sebut saat General Manager Ayana Bali, Clive Edward, sedang speech. Itu hanya satu dan satusatu nya hal yang membanggakan. Thank you Mr. Clive.

Terimakasih Food and Beverage Department Team Ayana Bali

Sebelum kegiatan berakhir ada rangkaian acara gitu yaitu tes tentang filosofi TENET, itu pilar kita. Dan gua sampai sekarang belum hafal filosofi nya, yang gua hafal adalah singkatan dari TENET itu sendiri. Dan akhir nya ada yang hafal yaitu salah satu anak Front Office dan hadiah nya 500ribu, wew. 

Foto si Front Office dengan Executive Management.

Kalau gua dapat 500ribu langsung gua tabung buat cicil kost an atau pulang ke Ciangsana ketemu Mama atau ke Abadi 1 menemui sang pujaan hati.

Di saat kegiatan semua itu berakhir, gua yang paling semangat untuk fotofoto. Bukan nya narsis tapi untuk kebutuhan pribadi yaitu untuk blog ini hehe. Akhir nya kita para staff fotofoto dan gua ngga ada di foto itu karena gua yang fotoin mereka. Tapi dengan mendapatkan foto mereka, gua sudah puas. Karena kebutuhan blog gua ini terpenuhi, jadi gua ngga kecewa kalau gua ngga ada di foto ini.

Dan pada akhir nya kita ada sesi foto bersama F&B Department Team Ayana Bali. Di saat sesi foto ada salah satu team rebranding bilang ke gua, “Ayo sana ikut foto. Mana sini hape nya biar saya yang fotoin. Kasihan daritadi kamu terus yang fotoin.” Jadi, Peduli atau Kasihan itu adalah hal penting dalam dunia perfotoan.

Terimakasih F&B Department Team Ayana Bali yang telah membimbing kami walau hanya 2 hari, terutama untuk Pak Putu sebagai trainer operational, Pak Dika yang habis breakfast langsung membantu kita dalam menghadapi ratusan tamu yang breakfast, menginap di hotel kami dari bulan lalu sampai kemarin check out hari jumat. Doakan ya supaya saya ke Ayana Bali untuk menjadi tamu kalian. Thanks Ayana Bali and Ayana MidPlaza Jakarta, We Made The Difference!

Akhir nya gua ada di dalam foto.

Asal Usul Brontolwali

Di saat kalian melihat blog ini pasti kalian ber tanyatanya dan ber pendapat, 

“Kenapa ko nama nya Brontolwali?” 

“Ih Brontolwali nama nya aneh banget.”

“Brontolwali? Itu negara di mana sang pemilik blog lahir?” 

MANA ADA NEGARA BERNAMA BRONTOLWALI GUNDUL. Gila baru kali ini ada pemilik blog gereget sama pertanyaan yang dia pikirkan sendiri. Ingin tahu sejarah nya? Eh btw kalau ngga suka sejarah jangan masuk jurusan IPS. Eh tapi di IPA juga ada mata pelajaran sejarah ya? Yowess berarti itu menandakan bahwa sejarah itu penting. Mari kita bedah Brontolwali. Bukan bedah rumah atau bedah operasi, bedah di tela’ah.

BRONTO

Jadi yang pertama adalah kata Bronto. Bronto berasal dari kata Brontosaurus. Pasti kalian heran kenapa gua bisa kepikiran sama Brontosaurus? Karena Brontosaurus itu adalah dinosaurus yang paling gua suka saat pertama kali membaca buku dinosaurus zaman gua TK alias Tukang Klenteng, eh bukan maksud nya Taman Kanak-Kanak, dan menurut gua Brontosaurus itu mirip gua. Dia tinggi, besar, kuat, semakin tinggi semakin merunduk, suka makan sayuran, pantat nya bohay. Hanya saja gua di tambah dengan compliment seperti warna kulit hitam dan suka makan sayuran tapi ngga langsung di makan dari pohon nya juga. Gambar di headline adalah kombinasi dari Brontosaurus dan gua, terlihat Brontosaurus nya lebih bohay. Itu karena gua edit.

Daun Brotolwali

Nah ini mungkin dan memang ini adalah bagian yang ter aneh dan ter absurd nya. Ini adalah Heart-Leaved Moonseed atau bahasa latin nya adalah Daun Brotolwali yang biasa di gunakan untuk membuat minuman Brotowali. Kenapa harus Brotolwali? Karena menurut gua, Brotolwali adalah minuman yang pahit nya ngeselin tapi terbukti khasiat nya. Sama seperti kalian yang pada awal nya harus menghadapi pahit nya kehidupan tapi pada di akhir kalian tahu bahwa ada hal baik yang bisa di cerna.

Pada akhir nya tahun 2016, gua ingin menciptakan spesies mahluk hidup yang baru dengan berlandaskan otak dangkal dan gua menemukan inovasi baru dengan menggabungkan Brontosaurus dan Brotowali menjadi Brontolwali. 

Jadi begitu ya.

Perkenalan Sang Pemilik

Perkenalkan sang pemilik, mahluk hitam tembem yang sebagian niat sebagian ter jerumus untuk memulai blog ini. 

Sudah ya begitu saja dulu. Nanti juga bisa kenal melalui tulisan yang bakal di post selama mata terbuka sampai akhir menutup mata dan selama ada wifi. Selamat datang di dunia Brontolwali dan hidup Fakir Wifi!

P.S: Kerusakan mata kalian saat membaca tidak menjadi tanggung jawab sang penulis.